PARFUM
Aroma parfum ini mengingatkan aku pada seseorang yang pernah mengisi hari-hariku 3 tahun yang lalu.
Meski mata ini tak bisalepas dari slide yang ada terpampang jelas di dinding sanggar.sudah hampir 30 menit kami mengikuti materi yang di sampaikan oleh koko , yah, itu panggilan akrabnya, nama sebenarnya adalah Abdul Qohar, dia teman sekelasku dulu.
Terdengar deru mesin motor 4 tak,cahaya lampu dari motor itu menerobos masuk, meski di dalam ruangan cukub terang oleh cahaya lampu TL , konsentrasi kami terganggu sejenak,terdengar suara salam dari luar, itu memang sudah jadi kebiasaan siapa saja yang masuk ke d sanggar.
Nampak seorang gadis berusia sekitar 18 tahun, memakai jilbab hitam, kombinasi jaket putih bermotif bintang,dan celana jeans warna putih belel ,tas berwarna merah maroon,kulitnya putih, tingginya kurang lebih 155 cm.” maaf saya terlambat” katanya dengan suaranya yang terdengar manja .” Desi leren adus to piye, kok keri ”. Sahut koko dengan nada bercanda. Kebiasaan seperti ini yang mebuat kami akrab satu dengan yang lainya.tak ada kesan apapun, karena aku harus menyelesaikan tulisanku.
Desi duduk di sebelah kananku,” antara aku dan Betty gadis asal Panceng Gersik. Begitu dia duduk di sebelahku, aku seperti terkena setrum listrik, yah, parfum ini,tanpa sadar aku mencari dan aroma ini berasal dari Desi, yang ada di sebelah kiriku. Aku lihat dia sibuk dengan kertas dan pulpenya, sesekali tertegun, mungkin mencoba mengurai ide-ide yang ada di pikiranya, atau hanya sekedar melihat 2 ponsel yang ada di dalam tasnya.
Akh… iya, aku ingat siapa yang pernah memakai parfum ini. Dia dulu pernah mengisi hari- gariku dengan keceriaan. Meski perbedaan usia kami lumayan jauh. Tapi itu tidak meng halangi kami untuk berbagi. Tapi karena waktu itu aku harus bekrja diluar kota. Akibatnya waktu untuk bersama kurang. Ini berakibat kebersamaan kami harus berakhir .
Tapi aroma parfum ini membangkitkan kenangan yang telah 3 tahun terkubur. Bayangan itu namapak jelas di pelupuk mata. Seorang gadis dengan Kulitnya yang putih, tubuhnya yang tinggi semampai,rambutnya yang hitam berombak ,sepasang mata yang bulat , hidung mancung serta sebuah tahi lalat kecil menghiasinya. Satu hal yang membuatku selalu teringat adalah ketika dia tersenyum ada dekik di pipinya.
Tapi itu semua telah berlalu. Tapi setiap kenangan ini mulai terkubur. Selalau ada hal yang membangkitkanya.


wah kaya neng tipi-tipi hehehe
BalasHapus