WELCOME to EDY'S ZONE


Powered By Blogger
papan_kapur

blog ini media untuk belajar dan menuangkan semua ide- ide yang ada

Kamis, 30 September 2010

KE dua


ANAKNYA SIAPA?
Pukul 5:15 sore hapeku berdering,”boss tak tunggu di tempat biasa” suara di hapeku.”  Yo tar lagi,” jawabku,” gak pake lama” ujar temenku.hari ini memang aku sebenarnya tidak ada rencana untuk kemana-mana.sehrian tadi aku dio sibukan dengan pekarjaan.sebenarnya ingin santai mala ini sambil maen game, tapi begitu dapat telpon dari temenku, hasrat untuk istirahat hilang.bergegas mandi,ganti baju sholat dan tidak lupa netbookku. Karena memang mala mini aku di tunggu temanku di salah satu hot spot.
Adzan magrib berkumandang.segera ku ambil wudhu lalu sholat.selesai sholat ku ganti baju koko dengan kaos dan celana.” Mau kemana ‘ Tanya bundaku.’ Mau keluar bun” jawabku”.sebentar lagi, masih sandi kolo”jawab bundaku. Yaa…  adalh ungkapan  waktu yangsering aku dengar di waktu kecil.meski belum mengerti sampai sekarang apa maksudnya.tapi kalau di lihat dari artinya,/sanding itu dekat kolo bencana atau musibah.entah apa maksudnya nenek moyang kita selalu mengatakan itu pada anak anakny.apakh untuk mencegah supaya mereka tidak keluyuran di waktu sore atau apa. Tapi mendegar peringatan dari bunda, aku tunda keberangkatanku barang waktu lima menit, yaa…sekedar mengikuti saran orang tua.
Setelah lima menit berlalu, mungkin tidak ada, ku ambil kunci motor matic merah, jaket, serta helm yang ada di atas lemari, tidak lupa tas ransel yang isinya itu-itu saja. Update antivirus, download materi, buka facebook, itu yang ada di dalam benakku sesat sebelum berangkat. Masih ku dengar suara-suara lantunan ayat-ayat suci al-qur’an di mushola dekat rumahku.  pelan- pelan ku jalankan motorku suasana mulai gelap, segera ku pakai helmku, karena bias anya jam segini banyak binatang kecil berkeliaran. Oaring kampong mengatakan samber moto. Karena binatang ini biasanya masuk ke mata dan menimbulkan rasa perih di mata
Jalanan sepi, maklum suasana pedesaan, sudah menjadi hal yang biasa,100 meter keluar dari desa, suasan makin gelap, jalan sepi tidak ada seorangpun yang Nampak, tapi dalam remang-reman Nampak di depan sesosok dengan pakaian putih, makin dekat ternyata seoarng anak kecil dengan seragam sekolah. Ada perasaan grogi, anaknya orang apa bukan?...makin dekat ternyata memang seorang gadis kecil masih berseragam sekolah berjalan seorang diri. Pelan- pelan ku kendarai motorku, lalu aku berhenti di dekatnya, dengan hati-hati ku Tanya” mau kemana dek?” dia haya memandang dengan tatpan bingung. Sekali lagi ku Tanya” mau kemana,rumahnya mana?” “ mau pulang, “jawabnya sambil kebingungan. ‘Ayo saya antar ke perempatan” ajaku, tanpa sepatah katapundia lansung naik ke motorku. Adasedikit perasaan ragu di benaku, apakah anak inin korban penculikan, atau nanti  malah aku  di tuduh menculik.
Sambil jalan pelan-pelan ku Tanya lagi” rumahnya mana dik?”” jauh “ jawbnya.” Wah bisa panjang nih urusanya” pikirku. Sampai juga di perempatan tempat pankalan ojeg. Lalu ku turunkan anak itu, malah Nampak kebingungan si anak tadi,” naek angkotnya sebelah mana?”. “ naah loo”…pikirku gimana urusanya”.lalu aku berniat Tanya kea bang- ojekyang mangkal di situ, tapi tiba-tiba ada seorang bapak-bapak mendekat. ‘Ayo pulang” katanya. Lalu ku dekata bapak tadi. Kemudian dia menbuka helmya.” Astagfirullah, ternyata dia adalh tetamggaku yang juga guruku waktu di Mts yang domisili di luar kecamatan.” Putrinya pak?”tanyaku,”iya tadi ngambek waktu tak tinggal sholat, trus mau pulang “jawabny beliau,” terimakasih ya “lanjutnya.” Ya pak sama-sama” jawabku. Ternyata ….

Senin, 27 September 2010

belajar

http://www
Tulisan tanpa inspirasi

“ loh pak guru gak denger  ta, kalo dia sudah tunangan?”…..kalimat itu membuat kekuatanku seolah  hilang, keringat dingin membasahi tubuhnq,…kenapa setelah mendengar kabar itu ada rasa penyesalan yang menyesakan dada,…ya, sesal memang datang di kemudian hari,itu pepatah yang sering kudengar.namun sekarang aku baru mengerti. Ku coba untuk menguraikan kembali memori yang ada di benaku.

Kejadian ini berawal satu tahun yang lalu. Hari ini aku terlambat untuk datang ke sekolahan,karena memang aku harus mengajar lintas kota, ya, nasib seorang guru swasta yang harus kerja sampai batas kekuatann tubuh.106 km jarak yang harus ku tempuh untuk mengabdikan diriku pada dunia pendidikan. Itulah sekilas tentang diriku.

Hari itu aku masuk ke kantor, aku terhenyak  kaget karena biasanya kantor kalao jam segini sepi, karena semua pada di dikelas, tapi kali ini ada seorang wanita yang sedang sibuk menggerakan jemarinya di atas keyboard, dia imut, manis tapi kesanya dia sombng. “Peduli amat” pikirku.tanpa sepatah kata, akupun langsung menuju kelas, dimana para malaikatku menunggu.

“pak uda kenal ma bu Oktavia?” Tanya beberapa teman.” Bu Oktavia? Sapa bu?”jawabku sekenanya. “ ini lo TU baru” ibu - ibu yang laen mnyahuti.”owh”jawabku sekenanya, sambil menjabat tangany, “sombong amat ni mahluk” pikirku.tapi sepertinya ada yang beda dengan mahluk Tuhan yang satu ini. Akh…..segera ku tepis perasaan ini, mungkin karena sudah hampir satu tahun terakhir aku menutup diri.

Hari- hari berlalu seperti biasa, tapi setelah kedatangan mahluk  baru, ada perubahan kebiasaanku yang setiap jam kosong nongkrong di depan tivi kantor, sekarang harus berubah. Gara-gara mahluk baru yang kerjaanya Cuma melototin layar komputer. Gak bicara kalau gak di ajak ngomong. Hadeewhh…….mending nongkrong depan kantor, bareng ma anak-anak.

Mencuri pandang…..ya, kebiasaan itu mulai menjadi kesenangan baru. Apa karena aku termasuk mahluk visual, yang lebih senang memanjakan mata. “Manis, lucu,imut juga mahluk ini,” kadang kala ku berkata pada diriku sendiri.” Pak, ke kantor sebentar”suara pak kepsek mengagetkanku. “ nanti jam 4 bisa ngantar anak-anak ke pak?, kalo bisa sekalian ajak bu Oktavia kan searah to pak?” perintah pak pimpinan.” Iya pak, bisa”jawabku.

“ eh bu, tar bisa ngantar anak-anak? tar sekalian aja berangkat bareng kan se arah”kalimat terpanjang yang pernah ku ucapkn pada mahluk ini.”ya, pak jam berapa”datar banget  jawabany.”oya kalau ada nomer  telponya, tar tak kabari kalo dah mo berangkat”hah…!!kekuatan apa yang meuatku seberani ini tapi  kenapa jadi grogi kaya gini hehe3… untungnya gak ada yang merhatikan waktu itu.

Bulan berganti semua berlalu seolah semua berjalan normal, tapi ada sesuatu yang mulai mengusik hatiku……yeah…mahluk Tuhan ini mulai menggoyahkan benteng pertahanan hatiku. Meski sudah hampir dua tahun q pertahankan idealisme ini, tp ktika bertemu dengan mahluk ini , semua seolah terabrasi..... Perasaan ini seperti gelombang laut.kadang pasang kadang surut ……….

Sementara ini dulu yang bisa ku urai dari memoriku,...................











.blogger.com/post-create.g?blogID=8214234139894567792